Selain derby Manchester, laga Super Sunday antara Chelsea versus Arsenal yang berlangsung di Stamford Bridge, London, Minggu (30/11) lusa, menjadi fokus perhatian pemirsa sepakbola, tidak hanya di Inggris, tapi di seluruh penjuru dunia. Laga yang, setidaknya, menjadi acuan seberapa besar peluang kedua klub meraih gelar premiership di musim ini.
Sampai berakhirnya pekan ke-14, The Blues masih bertengger di posisi puncak klasemen sementara dengan jumlah 33 poin atau unggul 10 angka dari The Gunners yang masih berada di peringkat kelima. Selisih yang begitu jauh itu tidak lepas dari keterpurukan pasukan Arsene Wenger dalam dua laga terakhir: ditundukkan Aston Villa dan dihancurkan Manchester City.
Karena itu, banyak pihak yang berani menyimpulkan jika saja dalam laga big-match tersebut Arsenal kembali gagal meraih hasil maksimal, maka peluang klub yang bermarkas di Emirates Stadium itu untuk meraih gelar liga telah tertutup. Tapi, tidak begitu halnya dengan anggapan bos Chelsea, Luiz Felipe Scolari.
“Musim lalu, ketika kompetisi baru bergulir setengah perjalanan, Chelsea masih tertinggal sembilan angka di belakang United (Manchester United). Karena itu, meskipun Anda telah unggul 15 poin, tetapi masih menyisakan lima pertandingan, Anda belum dapat didaulat sebagai juara,” tegas Scolari seperti yang dikutip TeamTalk. Karena itu, “Anda baru bisa dikatakan sebagai juara ketika kompetisi menginjak partai terakhir,” imbuhnya.
Lebih lanjut, mantan pelatih Timnas Brasil di Piala Dunia 2002 berusia 60 tahun ini mengaku sangat respek, hormat dan mengagumi sosok Wenger. “Inilah kali pertama saya bertemu dengan Wenger. Ia telah menjadi teman yang baik bagi saya selama 10 sampai 12 tahun terakhir. Saya pertama kali bertemu dengannya di Jepang. Kami bersahabat. Sebagai pelatih, saya menyukainya. Andaikata saya diminta menunjuk lima pelatih terbaik di dunia, tentu nama Wenger adalah salah satunya yang bakal saya sebut,” puji Scolari yang sempat setahun menangani klub Jepang, Jubilo Iwata (1997).
Scolari pun tak lupa mengangkat topi atas gaya permainan sepakbola yang diterapkan Wenger di Emirates Stadium. “Timnya benar-benar bermain bola dengan indah dan menawan. Sangat sulit untuk menaklukkan mereka. Saya melihat partai mereka saat bertanding melawan MU. Salah satu pertandingan terbaik di Liga Premier. Partai indah seperti itulah pun akan terjadi saat mereka bertanding melawan kami,” tuturnya.
Dalam laga sengit tersebut, Scolari dipastikan tidak akan diperkuat Didier Drogba terkait larangan bertanding yang diterimanya seusai insiden pelemparan koin. Terbalik dengan jawabannya yang ketus ketika ditanya tentang isu Drogba dan Inter Milan, Scolari yakin betul jika striker asal Pantai Gading tersebut tetap berkomitmen tinggal di Stamford Bridge.
“Saya pikir Didier (Drogba) gembira bermain bersama kami. Hubungan di antara kami pun sangat baik. Sangat baik. Yang saya tahu, ia tidak dapat dimainkan saat lawan Arsenal. Saya tidak memikirkan hal lain selain partai ini, tidak juga apa yang akan terjadi pada 2010 atau 2011. Tidak juga memikirkan Juliano Belletti, Ricardo Carvalho, dan Franco Di Santo. Sebab, semuanya tidak dapat dimainkan,” tegas Big Phil, julukan Scolari.
Terakhir, Scolari membantah kabar yang menyatakan ia bakal segera kembali ke Brasil andaikata Chelsea gagal mengalahkan CFR Cluj di laga terakhir babak penyisihan Grup A Liga Champions, Selasa (9/12) mendatang. Itu dikatakan Scolari setelah John Terry dkk hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Bordeaux, Ravbu (26/11) lalu. “Sebagian publik seyogyanya tahu kapan saya sedang bercanda. Gaya saya memang seperti itu. Saya sangat senang tinggal di London dan saya tetap tinggal untuk dua tahun ke depan,” pungkas Scolari.
Jumat, 28 November 2008
Langganan:
Postingan (Atom)